Jumat, 16 Maret 2012

Berita Emas : Indonesia Dapat Sisa Freeport

Berita emas kali ini datang dari tanah Papua di mana Freeport Indonesia mengoperasikan pertambangan emasnya. Tepatnya di kawasan Tembaga Pura, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua. Bila kita rajin menyimak perkembangan berita emas, kita sama-sama mengetahui bahwa berdasarkan kontrak kerja dengan Pemerintah Indonesia, hak Freeport untuk menggarap tambang emas di Papua akan habis pada 2021. Namun anak perusahaan Freeport McMoRan Copper & Gold itu punya hak perpanjang dua kali 10 tahun, yang artinya jika hak ini digunakan, Freeport bisa bercokol di Papua hingga 2041. Sementara itu cadangan emas di Indonesia bisa bertahan hanya sampai 2047. Dengan kata lain berita emas ini bisa mengecewakan pihak lain yang memiliki hak mengelola tambang emas itu hanya selama enam tahun.

berita emasBerita emas ini tentunya bukan kabar baik untuk kedaulatan Indonesia atas tanah airnya sendiri. Pihak asing diberikan hak mengeruk keuntunggan selama beberapa dekade, sementara masyarakat lokal tidak merasakan kemajuan berarti dari pembangunan daerah mereka. Menurut Presiden Direktur Freeport Rozik B. Soetjipto, lahan tambang aktif yang dieksploitasi Freeport seluas 10.000 hektar, dari total lahan yang disepakati pada Kontrak Kerja pertama tahun 1967 lalu seluas 2,6 juta.

Sekadar informasi untuk berita emas ini, cadangan emas PT Freeport Indonesia saat ini mencapai Rp 1.329 triliun, atau hampir setara dengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2012 yang mencapai Rp 1.435 triliun. Hal ini didapat dari hitungan, bahwa Freeport memperkirakan cadangan bijih yang siap ditambang saat ini mencapai 2,6 miliar ton.
Setelah diolah, setiap 1 ton bijih bisa menjadi 7,9 kg tembaga dan 0,93 gram emas. Sehingga, dari cadangan sebanyak 2,6 miliar ton itu jika dihitung secara kasar, bisa menghasilkan 2.418 ton emas. Jika harga emas, berdasarkan berita emas terkini, dipatok sebesar Rp 550.000 per gram, maka nilai cadangannya senilai Rp 1.329 triliun.

Sebagai tambahan untuk berita emas ini adalah angka di atas hampir menyamai APBN Indonesia tahun 2012 senilai Rp 1.435 triliun. Tahun lalu, Freeport sudah menyetor duit sebesar US$ 2,383 miliar atau setara Rp 21,447 triliun ke pemerintah sepanjang tahun 2011. Angkanya naik dari setoran tahun lalu US$ 1,922 miliar atau Rp 17,298 triliun.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar